Monday, May 22, 2017

blah blah blah

kamu adalah morfin..
karena kamu merusak dan menghancurkan aku.. makanya kau harus jauh-jauh dariku.

dan aku adalah virus..
karena aku juga menyakitimu, mengjakitimu dan harus segera dibinasakan.

Sunday, December 16, 2012

hanya sementara

Aku sedang terduduk sendiri di kamarku. sambil terus mencoba merangkai kata bahwa aku sedang merindukanmu. tetapi entah mengapa, kini mulai sulit aku mencari padanan yang tepat. entah karena sudah teralu lama aku larut bersamamu, hingga hampir saja aku lupa apa rasanya merindukan dan bagaimana aku bisa menyampaikan kerinduan.

hatiku terasa kosong. terasa hampa. sejak kamu memutuskan untuk menjejak tanah di pulau yang lain, sejak kita hanya sebatas halo dan apakabar via gelombang canggih yang dinamakan telepon, sejak kamu tak lagi dapat kusentuh, hingga rupamu hanyalah berupa sebuah pigura tak bergerak.
Aneh.

Semua ini tidak pernah aku mengerti.
mengapa seolah dunia yang tadinya sudah kita bangun sempurna, harus kamu runtuhkan lagi. untuk kita belajar dari awalnya dan mencoba mengatakan pada diri kita masing-masing bahwa suatu hari nanti kita akan mengerti mengapa seperti ini yang terjadi.
mengapa kamu memilih untuk melangkah lebih jauh, dan mengapa aku memilih untuk menunggu?

cinta?

apa itu cinta?
sebuah sentuhan nyata yang menyamanan aku?
satu perasaan bahagia ketika aku damai di dekapmu?

maka apa cinta itu sekarang?
ketika aku sudah tak lagi bisa menyandarkan kepalaku di pundakmu yang selalu siap menerima lelahku.
ketika aku tak lagi bisa meminta lenganmu memelukku ketika sang hujan datang begitu tergesa dan menyebabkan aku linu dingin dibuatnya.
mana kamu ketika lemah tubuhku ingin kau hangatkan.

apa kita tak lagi mencinta jika adanya demikian?

Kamu menjawab tanyaku.
Katamu cinta adalah setia. ketika kita tak bisa saling menggenggam tangan, tetapi selalu menjaga hati.
Katamu cinta adalah kesabaran. ketika harus lelah menunggu tetapi tak jua kau pergi karena tahu pasti aku kembali.
Katamu cinta adalah doa. ketika meski tak bisa menjaga ragamu, jiwamu selalu damai dari doa doa yang terpanjat olehku.

dan
disini, ditemani rintik hujan yang masih cinta pada bumi pertiwinya.
maka aku pun berjanji, untuk selalu mencinta meski raga terpisah jiwa bumi yang membentang indah memisah kita. hanya sementara.

hujan

dan sekarang hujan menjadi lantunan musik aku menunggumu kembali.
membasahi jiwaku, mencoba mendamaikan rasa yang sudah jengah ditinggal sendiri.
aku ingin mendekapmu lagi, aku ingin disisimu lagi.

hujan masih bernyanyi,
melagukan mimpi yang sedang kau coba raih.
aku dimintanya menikmati
hingga indah pada waktunya nanti.

hujan masih ingin menari
menyapa damainya tanah yang sedari tadi hanya berdiam diri
seperti aku yang masih menanti
meyakini kita akan bersama lagi pada waktunya kamu hadir disini.

Saturday, July 7, 2012

Sepuluh


Terima kasih, cinta.
Terima kasih, waktu.
Terima kasih, Kamu :)

Sungguh aku tak pernah menyangka, kita bisa berjalan sampai sini. Apa yang belum kita bagi? Masih mau ya menunggu sampai waktu yang membuatnya indah di masa nanti?

Semoga, nanti itu bisa menjadi pasti :)

*

aku menanti jari manisku diikat dengan ikrar suci dan menjadikan kita satu.
jiwa. dan raga.



aku mencintaimu.
Terima kasih.
(060911 - 060712)

Sabtu

Sabtu. Banyak orang lebih senangnya menyebutnya sebagai malam Minggu. Menjadikannya malam yang lebih istimewa dari malam-malam lainnya. Tak tahu darimana asalnya, siapa yang membuat Sabtu malam, atau malam Minggu menjadi sebuah momen berharga yang seharusnya dilewatkan dengan hal berbeda.

Untukku? Sama saja.

Malam Minggu hanyalah malam biasa yang akan aku lewati sama seperti malam senin, malam selasa, malam rabu, sampai dengan malam sabtu nantinya. Bedanya? hm. aku bisa tidur lebih larut karena aku tahu, esok aku tak harus terburu mendahului matahari menyapa bumi. Tak seperti hari lainnya dimana pukul setengah lima, aku harus menarik diriku dari kenyamanan paling murni. Mimpi. Ya, kurasa itulah satu-satunya yang membuat malam Minggu terasa lebih istimewa untukku.

Sabtu ini, adalah Sabtu kedua tanpa dirinya dan aku sudah merindukannya. Aku yakin, dia juga begitu, meskipun dia bahagia dengan yang dicintanya. Bukan lagi terpisah blok rumah, bukan dengan jalanan aspal yang sudah mulai bolong-bolong dan selalu aku protes setiap kali aku bertandang ke kediamannya, bukan lagi dengan kode telepon lokal-interlokal, bukan lagi dengan jarak ratusan kilometer dan kita maki karena bisa menahan perjumpaan kita. Rasanya beberapa Sabtu lalu, yang menjadi penghalang perjumpaan kita hanyalah macetnya ibu kota, jadwal gereja-mu, dan jadwal tidur siangku.

Sabtu ini,
dunia kita dibelah samudera.
jaringan internasional.
warna langit yang berbeda.
zona waktu yang terpaut berjam-jam dan menjadikan,
siang dan malam sama-sama bukan waktu yang mau bersahabat bagi kita.

Dulu, kau di Jakarta saja kita melempar sejuta alasan untuk menunda perjumpaan.
Kini... apalagi yang bisa dikatakan?
Aku mau menjalani masa yang terlewati di jalanan ibu kota, aku mau menunggumu berdoa pada BapakMu yang di syurga, aku rela tidur siangku tertunda, asalkan.. asalkan saja kita bertiga bisa kembali bertukar cerita seperti dulu kala.

***

Kurasakan kembali desir lima tahun yang lalu, di pertama kali kita saling bertemu.
Masih malu-malu dan mencoba menciptakan first impression terbaik. Tak usah dibantah, aku ingat aku gagal di menit kelima. BANG! begitu saja, aku merasakan nyaman yang terlalu bersama kalian berdua. Untung saja tak sempat aku bercerita mengenai kandasnya cinta remaja yang tak lama kemudian kalian tahu juga.
Kau sedang berpuasa saat itu, mukamu masih lugu, bicaramu begitu halus. aku tau, kau baik hati. Tidak seperti dia, yang parasnya secantik bidadari, tetapi ternyata lebih lincah daripada wajahnya yang ayu mendayu. Aku tak tau apa-apa tentang kalian berdua, dan tak pernah terbayangkan.. tahun-tahun berikutnya, sejuta cerita kita bagi. Apa yang tak kita lewati?

lima tahun.
masihkah kau ingat berapa banyak tawa yang kita bagi?
berapa banyak air mata yang kita lalui?
seberapa sakitnya ketika salah satu dari kita tersakiti?
bagaimana bahagianya ketika kita meraih mimpi?

life's go on.
you'll never be alone.




i miss us..


***

Sabtu.
Kita memang tak pernah bersama di Malam Minggu.
Tapi tak mengapa, malam minggu memang tak pernah istimewa.
Yang kurasa, selama empat tahun kemarin.. Senin sampai Jumat, kita bisa saling bercerita dan berbagi rasa.
Maka, malam minggu tak pernah istimewa, tanpa kalian berdua.






dedicated for my two bestest friends in my life..

Wednesday, March 21, 2012

kenang.

ketika semua tinggal menjadi bayang dan kenang yang jauh di belakang.
kamu merindunya.
tanpa pernah bisa merengkuhnya.


22 maret 2012.

Saturday, December 24, 2011

*no title* *oh! i mean it!*

oke, jadi gini.. sejak gue punya bb *tsah. pamer! hahah* gue hampir ga pernah megang hp nokia gue yang teramat sangat gue cintai itu.. beneran ini mah.. kasian sebenernya kan.. padahal hp itu sangat setia menemani masa-masa sulit gue.

nah, kemaren gue lagi "bebenah" hp gue.. terus ga sengaja gue nemu ini..
kayanya sih udah cukup lama dibuatnya, soalnya ini pasti bukan buat pacar gue sekarang hahahhaa.. tapi yang namanya karya, ya harus dihargai kan. makanya, disini gue mau menuliskannya deh..

niat awalnya ini jadi sebuah lagu. tapi apa daya, kemampuan bermusik gue sangat payah hahahah.. so here's the poet.. :)

--------------------------

it's a moon in the night, with me alone standing here with no one to talk
nothing i ask for more, it just a wish to hold you tonite
cause it seems i cant wait longer, no i cant wait any longer.

the tears are just fed up, missing you is just too much
the smiles are faked, so whats up?
you are all i am about

you are in my heart and i know its not alrite
but here deep inside, i cant let you out
every kiss we made out, let me fall deeper in every rhyme

for now, i just cant be with you for a while
but i wish, someday we'll just have a story
and live a nite with a memory
dont blame me for this love story
i cant say i dont love you, im sorry

dont ask me to leave you behind my daily
now, you are my airy

you are in my heart and i know its not alrite
but here deep inside, i cant let you out
every kiss we made out, let me fall deeper in every rhyme

be here and just sing for me
life remains a mystery
i wish we're not getting into misery,
so please say you will love me



what a sad song.. hahahaha.


Search This Blog

© Copyright by Buku Sastra Nanda | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks