Thursday, March 4, 2010

benih - Kania dan Dian, dan sebuah balasan

ini adalah dua tulisan berbalas. tulisan pertama dari dua orang sahabat, yang katanya sih sok-sok ga ngerti puisi, tapi lihat deh hasilnya :)

terima kasih Kania dan Dian :)
------------------------------------------------------------

Benderang terang tidaklah gelap
Ketika badai endorphin menyerang
Merasuki liku amygdalaku
Turbulensikan jantungku
Hampir mati

Bayang selalu jatuh tepat di titik retinaku
Tanpa sadar singgah dihatiku
Perjalanan panjang
Menyegarkan kerongkonganku
Mengisi udara paruku
Memacu setiap tetes darahku
Hingga merusak hatiku

Ranting2 itu mulai tumbuh
Memunculkan daun-daun baru
Lambang kehidupan…
Natalitas meledak, mortalitas sesak
Seperti aku denganmu, terus hidup
I love you…

Salam sayang penuh cinta rimbun kasih,

Dian+kania

----------------------------------------------------------------

Siapa kata benderang tak bisa sisipkan gelap
kala enzim yang melesat gagal kuasakan raga
sumbat segala makna yang tersesat dalam labirin kata
mati kah kamu? Ku suri kini sendiri

kucuri juga tatap dari kejauhan sana
dimana bola matamu bergerak-gerak, mencari bayang yang terbiasa kau cinta
panjang, jalan yang terpampang
layaknya kisah kita yang membesit terkenang
bukan hanya nama yang aliri pembuluh arteriku
lamat lamat ini jadi keramat yang menggoreskan tinta-tinta pertautan kita
retak hatimu, remuk milikku

kelahiranmu yang kan desahkan nafas pengharapanku,
kala semi gugurkanmu walau kini ku melaju salju
bersamamu, tak kenal waktu.
I love you too…

Kecup sayang, peluk kasih,,

Nanda Sani..

---------------------------------

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

© Copyright by Buku Sastra Nanda | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks