Monday, March 1, 2010

biar kugenggam hatimu, sahabatku

kemarikan sahabatku terkasih, biar kusambut tanganmu yg mencari2 pegangan. genggam saja syg, aku rela walau aliran darah harus tersumbat, sampai kram sudah jemariku, tak apa.. asalkan kau gantikan dengan damainya hatimu.

mungkin kau tak sanggup bersenandung tentang bebanmu.. aku juga demikian, tak jua temu sajak tepat tuk ringankan cemasmu, syg..
jadi genggam saja.. biar pedihmu aliri arteriku, biar terbagi jadi kau tak sendiri..

untukmu jua sahabatku yg lain, yg tak kalah dicintai oleh hati ini. Jangan iri bila tak kurengkuh bahumu.. walau tak kuikatkan jemariku pada milikmu, hati ini sudah terikat pada jiwamu.. ku rasakan getar2 kekecewaanmu pada dunia, ku selami mimpi2 yg kau rangkai menjadi buket indah. ku bersamamu stiap waktu..

Wahai para sahabatku,
menangislah padaku, kusediakan kau semangkuk waktu dan seporsi ksediaan tuk temani bulir2 airmatamu..

aku ingin menyuguhkan sesendok gula untuk kepahitanmu.. rasakan semuanya lewat arterimu, rasakan melalui rambatan udara yg membelai hatimu.. lewat deru2 kereta para ksatria, lewat hembus2 angin, lewat molekul2 yg menghantarkan kecintaanku pada kalian..

kugenggam erat jemarimu yg basah karena panik mengambil alih waktumu, aku terpejam tapi kulihat kegundahanmu. genggam saja sayang.. ku bagi bahagia miliku untukmu, agar senyum itu dapat kunikmati lagi..

sahabatku yg satu lagi..
kerengkuh hatimu walau tak satu sentipun kusentuh tubuhmu.. kucoba balut lukamu dgn perban2 pengertian dan empati akan sakit hati..
kemari sayang.. kupeluk kamu.. walau tak seujung jaripun ku menyentuh kulitmu.. terasa, sayang? jika belum, berikan aku sejumput waktu agar kita bisa bertemu dan kulingkarkan lenganku memelukmu..

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

© Copyright by Buku Sastra Nanda | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks