Wednesday, March 3, 2010

kota cinta

kupejam mata disela jantung kota. Detaknya menghantam. Peluhnya masih mengucur. Ku merasa damai ditengah ramai. Kala tak sejiwapun menyapa kota yang mulai mengantuk.
Malam menyibakan tirainya, tanda ia mau mulai pentas. Kunyanyikan lagu rindu pada sang dewa. walau nada dan suara teredam gelora asmara dua jiwa yang tak bersama. genggam hati ini, bawa nafasku dalam tidurmu. Jangan, kau bilang. Katanya, kini ada kepingan lain, yang mengisi lubang dengan sempurna. Maka, kusimpan lagi petikan senar, biar nantinya melodi bicara. Mungkin, pada insan yang sedang cemas menunggu kata terucap dari sukmaku.

Selamat malam. Kupejam mata ditengah bisingnya kota. Kita memang dua jiwa berbeda, yang seharusnya tidak berada pada ruas yang sama.

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

© Copyright by Buku Sastra Nanda | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks