Wednesday, March 3, 2010

malam kerinduan

Kita di sebuah ruangan tanpa lampu. Kmu mendudukan lilin itu dhadapanku. Kini yg terlihat hanya wajahku masih muram temaram. kamu terdiam. rindu itu sudah membludak, tak teredam seperti jg gairahku yg tak kunjung padam. ingin kucumbui tiap tiap senti dan pori kulitmu, kusesapi nyawa dan jiwa d ragamu.

Tapi.. sempat teredup smua hasratku untuk tetap melanjutkan langkahku.. karena kehampaan mulai merasuki aku, menyelimuti aku dgn rasa yg menyesakkanku. seolah kegagalan atas kata kebersamaan diperdengarkan berulang2 kpdaku. kita berdua sama2 tau, berapa berat beban yg akan dipikulkan di pundak kita. tapi tetap nekat saja kita mulai menyusuri terowongan yg disebutkannya sbagai misteri.

Lilinmu tinggal stengah jalan. sudah meleleh sbagian.. kita masih diam. tanganmu mulai membelaiku. perlahan. seolah aku ini porselen milyaran yg sangat berharga. aku mengecup belaianmu saat bibirku terulas jari2mu..

Kini kau dekapkan aku pada bidang dadamu.. kamu pelukku. Terkadang teralu erat. aku sesak tp tak melawan..

Biarkan rindu ini mengalirimu.. basahi aku.. dalam terang lilin temaram, yg hilangkan sang muram.
Hingga aku yakin, bersamamulah kulahap malam..

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

© Copyright by Buku Sastra Nanda | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks