Saturday, March 6, 2010

Penjara

aku dikurung malam,
tak lekang meregang
memberi ruang
merekahkan kebisuan

Kulelah menjilati rindu
Yang tak habis2 meski hati tinggal seonggok tersayati
Dimana kau belati, kini aku ingin mati
Karena pekat mengikatku
ku buta diserang cinta
yang didakwa meja hijau peradilan.

dijeruji itu kita bersama, sang adam. menikmati penjara meski kita tak diizinkannya berkata-kata
hanya mampu bermain mata
menebak-nebak makna yang tidak terkuak

Keadilan tidak pada kita, sayang.
kau dan aku digantung paksa.
dibunuhnya nadi yang sedang mengalir seirama
cekik hingga nafas tak lagi ada

Langsak rusak teracak-acak
Mimpi yang terucap melalui debu2 yang mengganggu
Kini terdekap nyanyian hujan
Kukecap nisan kisah kita
Ditimbunnya dengan doa-doa
Supaya kelak, kita dipersatukannya.

1 comments:

diii... said...

ga ngertiiiiii...!!!!!
ahahhahaha...

terlepas dari ngerti ga ngerti: iya, iya, semoga kelak kamu dipersatukannya, amin...

Post a Comment

Search This Blog

© Copyright by Buku Sastra Nanda | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks