Wednesday, March 3, 2010

sejiwa dengan langit. menangis deras.

Dilepaskannya semua lara itu melalui airmata langit dan amarah sang semesta. dengan teriakan, dengan kucuran darah yang dilirihkannya dengan nyanyian. simpuhku diatas tanah tua yang basah. Yang setia sesap sakit hati langit sore ini.

Deras, namun selaras. kilat disambarkan saat terajam. Menjerit kala habis kata. Dalam gulir2, jiwa terkungkung hasrat tak kunjung terlepas. Melalui badai, disampaikan kecewa sang peri. dengan guruh, ditawannya hati yang gulana. Pergilah, tenang saja. Sesaat lagi, pelangi kan mulai berpesta.

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

© Copyright by Buku Sastra Nanda | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks