Thursday, March 4, 2010

pagi

Kalau pagi datang, suhu tubuhku biasanya dibawah normal. Itu mengapa aku suka sekali duduk di beranda.
Cit.. cit.. cit.. terdengar olehku celoteh centil dari burung-burung kecil yang berterbangan. Beberapa yang sudah lebih dewasa hanya mampir untuk sapa dan selamat pagi dunia. Sisanya? Hanya gosip dan cerita saja.

Sambil sang surya menghangatkan tubuhku yang beku in. Kunikmati juga irama kaum manusia yang tertawa, berjalan sibuk atau malah dengkuran tanda mereka masih nyenyak dalam tidurnya.
Aku? Mencoba mencari sesosok yang aku kenal. Namun, sepertinya dia tak datang.

Suara sapu lidi mulai berpadu dengan rumput-rumput yang belum disisir rapi di halaman, suaru deru-deru mobil tersamar dibatasi ruang, kulihat bunga mulai menari bersama angin yang membantunya menggoyang tubuh sang mahkota.

Pagi itu damai. Manusia masih tersenyum, bunga masih mau menari, daun masih bergoyang gembira. Sebentar! Kudengar ada kokok ayam yang sepertinya agak kesiangan.. tapi tetap tidak mengurangi pesona sang pagi.

Lalu, matahari mulai pegal dan ingin berdiri. Sekalian memberikan pengumuman bahwa tuan siang telah datang. Kini.. mereka yang tadinya tertawa mulai berkeluh akan panasnya dunia. Bunga menunduk tersengat sinar... dan burung-burung tadi sudah kembali kerumah masing-masing.

Pagi itu singkat. Tapi, aku tak perlu bersedih.. karena esok, kuharap pagi akan tetap seindah ini. “selamat jalan pagi...”.
Kini tubuhku sudah hangat, aku masuk dulu yaa.. makan siang sudah ada.. “selamat makan”

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

© Copyright by Buku Sastra Nanda | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks