Thursday, March 4, 2010

pagi, episode 2

Sudah cukup lama saya tidak duduk di berandapagi-pagi. Hari-hari saya cukup sibuk, hari ini pun sebenarnya saya tidak punya topik apapun untuk dituliskan. Saya hanya tidak bisa tidur lagi setelah bangun untuk shalat tadi pagi. Jadi, disinilah saya dengan radio, ballpoint dan notebook setia saya.

Saya mau senyum, karena tadi malam saya marah-marah. Marah-marah yang membawa saya ke alam sadar saya telah diperbudak oleh emosi yang hanya akan membuat saya lelah.

Keputusan saya duduk di teras pagi ini tepat ternyata. Langit sedang pandai berdandan. Ia tampak cantik. Biru muda dengan semburat jingga, bias mentari mulai mengintip, menunggu gilirannya untuk menghangatkan pagi. Semilir angin bertiup mesra, menyapa kaki-kaki kecilku yang telanjang. Mengibaskan rambutku yang terurai. Suara-suara burung menemani aku yang sendiri. Sepi sekali pagi ini, sesepi ruang hariku tanpa seorangpun berminat mengisinya.
Tapi aku tenang.. seperti pagi yang juga tenang dan aku belum mau membuatnya ramaii.

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

© Copyright by Buku Sastra Nanda | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks