Friday, April 16, 2010

hati yang merdeka

tirai kelam sudah kusibak dengan cahaya. cahaya yang dipancar dari kedua bola mata. bola mata yang bicara. meski kata bukan medianya.

kugantung senyum dan kalung syukur. belur sudah habis babaknya. kini tergiur menempati ruangnya. menikmati likaliku alur yang teratur.

ku pasangkan tiang hati ini. kupasung ragu yang menderu. dipelatar altar kusulam doa menjalar. menyelam nada, juga asmara berkobar.

kukibar nikmat atas kebebasan. kala mencinta bukan alasan untuk jadi teraniaya.

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

© Copyright by Buku Sastra Nanda | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks