Saturday, May 1, 2010

another colaboration : FIRASAT

mungkin saya itu harus dipancing kali ya untuk nulis. heheh. jadi hobinya kolaborasi. coba deh dibaca yang ini :)

inilah hasil kolaborasi jari dan imaji
antara mega hadiyanti khairunnisa dengan nanda sani
sebuah tulisan dengan alur entah kemana :P
di ambang akhir malam dan awal hari :)



FIRASAT?



sore
diambang terang dan gelap
diantara nyata dan bayang
sesuatu jatuh menghentakku dari sudut atas kiri kamar yang tersorot sisa-sisa cahaya lelah,
braakkkkkkkkkk...
gambarmu yang terpampang rapi terjun bebas kelantai putih kosong di depanku
(mega hadiyanti khairunnisa)

Kutatap lekat, ada hasrat untuk mendekap.. Tapi ku hanya diam meratap..
sosokmu, matamu yang besar kini membuatku gusar, seperti ada magnet2 elektro yang mengakibatkan rusaknya detak jantungku di detik ku melihat sorot itu. Ada apa, kasihku?
(nanda sani)

henti tatapku terpaku ditempat dimana bayang-bayang memutar
antara ketakutan dan keinginan tahuan
ada apa disana?
ditempatmu?
puluhan hari setelah kabar menjadi sesuatu yang mahal
ketika hilang menjadi sesuatu yang akrab menyaru hobi
Ada apa, kasihku?
(mega hadiyanti khairunnisa)

Mungkinkah desiran darah dalam nadiku ingin sampaikan sesuatu? Saat lidahku jadi kelu dan tak mampu membuat lagu..
Kamu disana, di ruang yang tak terbayang, ada apa? ada apa?
Aku menunggu, kasih.. Bila saja memang tak lagi ada frasa yang dapat rangkaikan makna, biarkan sepi yang menjadi mediasi firasat kita. Dalam sunyi, sendiri.. kutanya pada hati. Ada apa, kasihku?
(nanda sani)

mungkinkah ini hanya kiriman rindu?
atau memang sesuatu telah terjadi padamu?
bayangmu kabur lalu samar tak manenentu...
kudekap tanya. kutitp doa.
semoga ini hanya rindu. hanya rindu.
(mega hadiyanti khairunnisa)

Kuangkat pigura itu. Sudah tampak usang, sedikit berdebu dengan lumuran rindu. Dulu kupajang dengan kasih sayang. Kini, Rindu itu jadi terlarang. Sayang, kemarikan sisa rasa yang terjaga, biar ku lelang daripada terbuang.
Ah! Pasti kubermimpi, mana pula mungkin kau ingat aku. Disana kau bersamanya, kekasih. Bersamanya. Hingga kupupus malam sepi bersama perih yang menghunus.
Bukan.. Ini bukan rindu. Kutak mau ini rindu. Ini.. ini apa, kasihku?
(nanda sani)

hempas nafasku semoga tak menjadi bahan tawa rindu yang menjulang.
akan ku apakan firasat yang datang seenak jidat?
mau diapakaan harapan yang tak beruang?
sudah ku tutup semua pintu untuk menerima rindu.
aku tidak mau.
sulitkah firasat ini terjawab?
butiran-butiran kaca ini minta ku apakan?
entah, lagi-lagi entar selalu jadi pelarian.
disini aku ketakutan.
sementara kamu disana hangat bersamanya.
bersamanya.
(mega hadiyanti kharunnisa)

kumendekap sang tanya seraya menunggu waktu menjawab segala rasa.
Belingbeling itu mengerling, memohon agar ia tak ditimbun di bawah pohon kerinduan, yang jadi potongan2 kenangan yang terlupakan.
Tidak. Pigura itu masih kusimpan. Biar lelap dalam hayatku yang menggenang. Biarlah, nanti juga namanya tinggal jadi bayang.

(nanda sani)

1 comments:

Anonymous said...

ya! biarlah figur itu ikut tersimpan, taj turut terserak seperti pecahan pigura yang tak sempat tersimpan karena bagiannya yang kecil dan abstrak.
(panji rizky praba riyanto)

Post a Comment

Search This Blog

© Copyright by Buku Sastra Nanda | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks