Saturday, May 1, 2010

Mega Hadiyanti K. & Nanda Sani : tanpa judul

dibalik tirai kerinduan kusematkan doa keselamatan, kala tapak2 yang menjajaki kehilangan tujuan akan kecintaan, keraguan mengambil alih singgasana kerajaan tuan.
Bersembunyi hamba dibalik kekalutan, dimana terkalungkan sebesit pengharapan.

Tuan, kulayangkan sepotong surat tak berisikan, biar tuan yang tuliskan, kisah panjang yang tidak sempat tertunang.
kosong

tidak lagi ilusi-ilusi menari di dalam.
ambang terus mengambang
aku layangkan kaki-kaki telanjang terus berlari mencari isi sejati
kokoh kau lenyap diantara pasti
tuan, adakah kau mencari?
akankah kau kembali?
atau ini hanya terus menjadi ilusi-ilusi yang tak mengisi
tak beruang
tak beruang

harapan hanya terus mengetuk ruang yang sengaja tak ku hiraukan
Ku jemput malam sepi menyanding hampa bersamaan.
Menyelami kenangan dan angan yang tinggal dalam sangkar bayang kehilangan.
Jika semua dapat terulang, tuan dan aku adalah manifes dari kebahagian.

Kisahnya dilayangkan saja, tuan. Biar melanglang diatas pelataran mimpi yang sudah usang. tuan pasti dengar angin2 itu sampaikan kata sayang, meski ruang tuan abaikan.
kelak jika semua rasa yg hilang menjulang terbang bebas bersama layang-layang, bisa kita nikmati indah udara atas di tempat yg berbeda dengan terpaan kenangan yang sama. entah menjadi rindu atau hanya sebuah masa lalu. kini, terbanglah engakau dan bayangan. Jangan dulu kau sisakan bahan-bahan pembuat rindu... biar ku tenang dalam sepi yg datar.

Bukit kenangan itu tampak indah, tuan. Hanya saja, kapan kita mampu mendakinya hingga tak cuma dipandang selayang.. Ku ingin memegang tangan tuan, dengan elusan sayang..
Tuan, selamat malam.

Aku harus segera pulang.
entah mau diapakan rasa-rasa yg hilang pergi berkeliaran. tidak tahu, biar waktu menjawab semua tanyaku. kali ini saya harus pulang. saya ingin pulang .

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

© Copyright by Buku Sastra Nanda | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks