Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2010

selamat menikmati

for laughter we've shared every night,
for talks in day when sun is bright,
for hands holding me in the dark,
for shoulder i borrowed because im tired,
for teasing me and make me laugh,
i love you, and i am saying it from the heart

kata-kata itu mengalir begitu saja. sejenak setelah kebersamaan kita harus diakhiri lantaran bulan sudah mulai mencapai tempatnya yang tertinggi dan jarum jam yang tak mau mengalah dan tak jua hendak menghentikan detaknya.

tidak apa, dalam benakku.
hari ini memang sudah teralu larut untuk dinikmati, meski aku selalu menyukai sinaran bulan penuh yang mampu menerangi mega yang sudah pekat oleh malam. esok jua, ketika langit mulai memerah dan matahari kembali dari peraduannya, aku akan kembali melihat wajahmu yang berseri setelah mandi pagi, lengkap dengan kemeja birumu yang sedikit kebesaran tapi kau teralu malas untuk membawanya ke tukang jahit di seberang jalan sana. aku akan menemukanmu dengan wajah yang terbilas wudhu subuhmu, dengan senyum yang berhasil mema…

lima bait

//1//
tidak banyak bicara adalah satu dari sifatmu di malam-malam awal kita bertemu. tatap malu-malu juga satu dari atribut yang selalu aku kenakan setiap aku bertemu denganmu. dulu. semua itu hanya ada di kisah masa sebelum waktu menumbuhkan rasa yang tak sengaja tertanam. meski tak kau izinkan berbuah dan hanya sampai daun yang merimbuni, guguran rindu seolah tak pernah puaskan jejak yang pernah kita pijak.

//2//
waktu mulai berkejaran dengan nafsu kita untuk terus saling bertemu dan mengusir jemu. meski hanya diisi dengan alur tak tentu, atau nafas berderu ingin dekapmu. juga bibir yang selalu ingin memburu kata rindu darimu. senyum kecil yang jahil. tepuk yang manjakan mata yang mengantuk. bisikan yang menggetarkan di tengah malam yang berisik. kamu yang aku selalu aku nantikan untuk kujamu dengan segala peramu.

//3//
malam yang sepi dan kau katakan hati itu memilihku. hanya saja tak izinkan untuk aku miliki. siapa yang peduli, yang pasti hati kita terpilin kasih yang putih. lalu, masa…

cerpen 6 halaman, 2nd part :)

selamat malaaaam, pembaca setia Buku Sastra.. :D

terima kasih atas doa dan dukungannya, akhirnya si cerpen 7 halaman yang beberapa waktu lalu sempat aku ceritakan, dan baru selesai di h-1 pengumpulan dan merupakan cerpen yang diikutkan dalam kompetisi menulis cerpen bertemakan travelling dari Mizan.. berhasil menjadi juara :D

hahhahha. saya senang sekali..
terima kasih.. bagi yang tertarik membaca, silahkan diunduh di link ini :)

surat kedua

aku sedang duduk di pengayun pada taman yang berlapangkan luas dengan serendeng bunga-bunga merah yang sedang merekah. indah. ada tetes-tetes yang mengembun di dedaun yang masih hijau, begitu pun pada yang mulai menguning tanda sudah cukup umur.
dengan berbalut syal jingga yang dulu kau beli di Ancol dulu, aku merasakan kehangatan yang masih sama.

Pangeran, sudah semi lagi. sudah dua surat aku tulis untukmu, tapi tak kunjung juga aku terima balas darimu.
mana?
sejak dipertengahan gugur aku menggurat kata-kata untukmu, sampai kini tak jua ada secarik larik yang katakan kau merindu. aku menunggu. apa mungkin karena memang surat itu, tak pernah sampai di tanganmu, tak pernah kata demi katanya kau baca dengan bola mata yang bergerak-gerak mengikuti memori kita yang dialiri sejuta rasa. ya, mungkin saja saat pria tua itu menyampaikan sebuah amplop berwarna gading ini, kau sedang tak ada di tempat, hingga surat ini hanya diletakkan dimeja tempat dulu kau pajang pigura gambar kita berdua.

dulu. d…

sera-ku

kemari, sayang..
aku ingin sekali membelai rambutmu..
ingin aku memanjakanmu,
memberimu hidup dengan segenap kasih di hatiku.

sayang, kau begitu rapuh, tapi sorot matamu nyatakan semangatmu
kau memang menangis, tapi tak berarti kau lemah dan menyerah..

sini, sayang.. mungkin kau hanya lelah
dan mungkin, sedikit panas untuk hangatkan gigil tubuh mungilmu..
izinkan aku peluk, sayang...
dan terlelaplah dalam genggamku..
bermimpilah tentang taman.. kau aman..


*untuk baby sera, my baby cat yang baru saja dibawa mamanya ke depan kamar kosan aku*

aku dan dansa

haloo teman-teman pembaca setiaku.. :D

well, saya mau cerita ah..
sebenarnya selain suka sekali menulis, tentang apapun, saya juga berkecimpung dalam kegiatan dancesport. niat awalnya sih emang cuma buat olahraga dan berkeringat, tapi ternyata jatuh cinta juga sama dancing.. :)

saya baru gabung dancesport sekitar 1,5 tahun.. belum bisa dibilang jago, cuma emang bisa aja. social dance lah, klo buat kompetisi saya emang masih belum qualified.. ;)
nah, beberapa waktu kebelakang saya lagi sibuk banget sama urusan kuliah, jadi selama 1,5 bulan saya bolos latian (kira-kira 6 pertemuan).. baru kemaren saya dateng lagi dan menikmati musik serta gerakan-gerakan lagi. ihiy, so excited.. latian vienna waltz untuk perform agustus nanti di kampus saya.. :)

tapi, efek buruknya adalah.. dua hari ini saya gak bisa menggerakan leher saya secara fleksibel karena kyanya ototnya ketarik dan sangat sakit.. :(
fiuuuhh, gak apa-apa sih.. karena saya senang sekali bisa kembali ke dunia dansaaaa.. :D



apa yang didapa…

jejak pasti

ada kalanya, aku hanya ingin berjalan mengikuti tapak yang telah tercipta.
lelah sudah aku menualangi kota tanpa tanda, dan harus terus menebak serta mencipta berbagai muara.

aku akan terus melangkah.
pada tempatnya.