Skip to main content

eksistensi

ini adalah salah satu blog post dari personal blog saya, bahasanya akan berbeda dengan post-post puitis lainnya di blog ini.. tapi kadang saya berfikir, ada hal-hal yang juga ingin saya share, gak bisa lewat serangkaian kata-kata indah itu..
membaca ini, akan seperti mengenal Nanda yang berbeda.. dengan karakter yang beda (haish, jangan-jangan saya ini mengidap Multiple Personality Disorder.. :P)

well, just read.. and enjoy :)

gue lagi seneng mikir.
*nah loh,, pada seneng kan nih.. jarang-jarang gue mau mikir.. :p*

kalau kemaren pemikiran gue adalah:
"jika benar wanita diciptakan dari salah satu tulang rusuk pria yang akan menjadi pasangannya, terus kenapa masih ada pria yang poligami ya? berarti tu cowo keilangan dua sampai empat rusuk dong ya?"

terus nambah lagi nih..
"katanya rejeki, jodoh, dan mati itu di tangan Tuhan, dan manusia diciptakan berpasangan, maka logikanya jumlah cewe dan cowo itu harusnya seimbang.. kecuali mendekati kiamat? nah.. sekarang kan cewe udah 3x lebih dari pria tuh.. maka ada kemungkinan cewe yang gak dapet pasangan dong?"

ya, pemikiran luar biasa dan bombastis gue itu dikomen sama emak gue di fb dengan kalimat yang juga gak kalah bombastisnya:
"dibikinnya dari tulang ikan yang banyak durinya kali, nak.."
ya ampun.. gubrak banget deh gue dengernya. hahaha..

belom selese dengan pertanyaan tersebut..
hari ini gue ada pemikiran lagi..
pernah denger Nietze, Soren Kiekergard, atau J.B Sartre? klo belom, silahkan buka buku filsafat eksistensialisme karya bapak Fuad Hassan. hahaha.. engga dink, ya intinya mereka adalah para filsuf yang membahas tentang eksistensialisme manusia. tapi ketiganya, menyatakan bahwa kehadiran orang lain itu merupakan ancaman terhadap eksistensialisme diri sendiri..

bingung?
baik, gw coba jelaskan ya..

anggaplah kalian punya temen selebritis kelas dunia yang ngetopnya naudzubila lailahailallah dah.. yang kemana-mana selalu jadi pusat perhatian orang...

sebel gak sih lo, lo jalan berdua nih sama si seleb-super-ngetop-naudzubila-lailahailallah itu, tapi yang disapa, yang diliat, yang disamperin, yang dimintain foto, dimintain tandatangan, dimintain duit (eh klo yang ini mah syukur alhamdulillah yak.. hahah), cuma si selebsuperngertopnaudzubilalailahailallah itu? sometimes, lo jadi akan merasa gak dianggap.

contoh diatas menjelaskan betapa eksistensi si seleb itu mengalahkan eksistensi lo. taruhan, dari sepuluh orang yang ada disana, cuma 1 atau 2 yang sadar bahwa ada lo bersama si seleb.
eksistensi lo: TERANCAM!

tapi, hari ini gue sampai pada pemikiran lain, based on my experience..

ada saatnya dimana kita ingin merasa dibutuhkan, karena dengan demikian.. kita merasa berguna.. :)
sehingga pada akhirnya, kehadiran orang lain itu justru mempertegas eksistensi diri kita sendiri.

ya, itulah sedikit pemikiran gue ditengah malam yang agak dingin ini.. hehhee..
semoga berguna :D

Comments

Popular posts from this blog

cerpen 6 halaman, 2nd part :)

selamat malaaaam, pembaca setia Buku Sastra.. :D

terima kasih atas doa dan dukungannya, akhirnya si cerpen 7 halaman yang beberapa waktu lalu sempat aku ceritakan, dan baru selesai di h-1 pengumpulan dan merupakan cerpen yang diikutkan dalam kompetisi menulis cerpen bertemakan travelling dari Mizan.. berhasil menjadi juara :D

hahhahha. saya senang sekali..
terima kasih.. bagi yang tertarik membaca, silahkan diunduh di link ini :)

hanya sementara

Aku sedang terduduk sendiri di kamarku. sambil terus mencoba merangkai kata bahwa aku sedang merindukanmu. tetapi entah mengapa, kini mulai sulit aku mencari padanan yang tepat. entah karena sudah teralu lama aku larut bersamamu, hingga hampir saja aku lupa apa rasanya merindukan dan bagaimana aku bisa menyampaikan kerinduan.

hatiku terasa kosong. terasa hampa. sejak kamu memutuskan untuk menjejak tanah di pulau yang lain, sejak kita hanya sebatas halo dan apakabar via gelombang canggih yang dinamakan telepon, sejak kamu tak lagi dapat kusentuh, hingga rupamu hanyalah berupa sebuah pigura tak bergerak.
Aneh.

Semua ini tidak pernah aku mengerti.
mengapa seolah dunia yang tadinya sudah kita bangun sempurna, harus kamu runtuhkan lagi. untuk kita belajar dari awalnya dan mencoba mengatakan pada diri kita masing-masing bahwa suatu hari nanti kita akan mengerti mengapa seperti ini yang terjadi.
mengapa kamu memilih untuk melangkah lebih jauh, dan mengapa aku memilih untuk menunggu?

cinta?

a…

puisi paralel - Nanda Sani & Galih Pandu Adi

kemarin sempet chatting bentar sama salah satu penulis dari komunitas yang tidak sengaja terbentuk di fesbuk, kalo sang suhu sih bilangnya "sastrawan facebook'. ya, jujur aja, udah hampir 2 bulan ini gw belum menghasilkan karya sastra apapun lagi.. tapi obrolan sama orang ini kemaren membuat gw menjadi menulis sebait2 rangkaian kata.. lalu kami setuju untuk nyoba bikin puisi paralel..

berikut cuplikan yang udah ada.. :)

“Tiga langkah. Cukup tiga langkah mundur yang sanggup membuat waktu seolah tak lagi bergerak maju. Stagnan. Memori itu mulai mengikatku, menjeratku. Kini aku menghadap lagi pada jerit-jerit luka. Luka yang pernah ada karena cinta. Lagi-lagi, menganga dan rasanya masih sama saja. Padahal tadinya aku piker, aku sudah mati rasa.” (Nanda Sani, 9 Febuari 2010)

“maka di kursi terasmu ini aku datang tanpa mengetuk pintu. Memilin jejak debu di lantai menjadi namamu juga riwayat yang sempat tercatat dari yang tanggal dan sempat tertinggal. Barangkali kita memang lelah men…