Wednesday, August 25, 2010

Oicha, malamku yang sempurna

rasanya baru semalam kita menikmati lampu-lampu yang temaram, mencoba mencari sebuah cerita untuk direkam. sebuah cafe terkenal di pinggiran kota Jakarta menjadi pilihan kita untuk tertawa dalam pekatnya malam dan deru kendaraan yang berkejar ingin segera sampai ke peraduannya.

dan aku bersamamu. menikmati musik romansa yang dilantunkan, tapi nampaknya kita malah sibuk sendiri membuat lagu lain untuk cerita kita dengan sebersit gelak tawa dan celoteh-celoteh manja.


ah, Oicha..
akan sangat kurindukan masa-masa aku menatapnya dengan penuh melas agar kau berhenti menjahiliku dengan jemarimu yang berkeliaran di sekujur lekuk tubuhku.

ah, Oicha..
akan sangat kehilangan senyum darimu saat aku bergelayut manja di lengamu yang menggoda..

ah, Oicha..
akan sangat memimpikan belai lembutmu yang mampu menenangkan gundah yang membuncah ketika kuingat, esok adalah misteri yang tak terpecah.



mungkinkah ketika fajar mulai menyapa semesta, kita masih dalam melodi yang sama?
ketika kau biarkan aku bersandar di bahumu, dekapmu seolah bisikkan..


"tenanglah.. saat kau buka kedua mata, kita masih akan tetap saling mencinta meski aku harus pergi ke negeri tetangga."







*Oiche: malam (irlandia)*
--------------------------------------

Oicha adalah Dia..
siapa dia? ya, anggaplah dia adalah malam saya yang sempurna, karena pagi adalah misteri. namun ia selalu memastikan bahwa kelak saya membuka kedua mata, rasa itu akan terjaga meski ia harus melangkah jauh entah kemana.

terimakasih untuk setiap malam yang kau buat jadi gemerlap..

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

© Copyright by Buku Sastra Nanda | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks