Monday, August 16, 2010

sajak-sajak belum selesai

aku bukan mengungkungmu, hanya memelukmu.

***

ditengah gersang, dia oase yang menyegarkan dan hembuskan kehidupan
disiang kala matahari berdiri menantang, kau tiupkan angin-angin surga yang menyejukkan.

***

bayang, aku hanya bisa mengikutimu karena lampu-lampu hanya senang menyoroti ragamu. paras yang sempurna yang jadikan daya tarik setiap insan yang menatap ke arahmu.
dan aku, masih jadi bayang.

***

kukalungkan senyum di malam itu. saat kau merangkulkan bahagia di pundak kananku.
masa-masa itu, dimana kita tertawa karena canda yang hanya dimengerti kita berdua.

roda ini melaju teralu cepat, angin juga bertiup teralu lebat. aku serasa terbang dan melayang, tapi seperti mati karena jadi hilang kendali. tak perduli dengan apa yang akan terjadi di sekelilingku ini. dengan lantunan lagu yang berdentum hebat di telingaku, aku mendengar bisik dari dalam diri yang terus bertanya apa yang gerangan akan terjadi dalam hitungan sekian hari.

mungkin, kamu akan jadi bayang. bukan hanya kenangan yang dalam angan.

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

© Copyright by Buku Sastra Nanda | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks