Saturday, August 28, 2010

sang diri

Kamu pertanyakan seribu kali mengapa aku masih menyimpan semua rasa ini. Semua rasa yang katanya tak akan pernah aku terima balasnya. Kamu bingung, tapi tetap disini bersamaku. Entah jua kau menikmatinya atau sekadar basa-basi. Entahlah, dan saat ini aku sedang tak ingin mengerti.

Kamu pertanyakan juga apa rasanya kehilangan. Dan aku terdiam, mengingat apa yang aku rasa waktu sebelumnya, saat aku dipaksa mengatakan perpisahan meski rasanya harus mengiris luka di nadi sendiri. Mataku tak jelas menatap kemana. Ah, peduli amat. Begitulah kehilangan. Tak habis seribu kata jika aku harus memaparkannya. Intinya, hilang. Kehilangan.

Lalu kau bercerita tentang wanita. Kau pertanyakan tentang mereka. Kenapa ini kenapa itu dan aku menjawab sepengetahuanku. Itu saja, mungkin berbeda-beda setiap wanita. Tapi mereka senang dipuja, percayalah.

Dengan semilir angin malam yang pastinya akan membuat perutku kembung semalaman, dan segelas teh tawar hangat, aku dan kamu berbagi cerita tentang masa lalu. Juga tentang wanitamu. Lalu kenapa kau bersamaku?

Lagi-lagi, bukan saatnya aku harus mengerti.

Aku terbiasa menikmati apa yang ada saat ini. Esok adalah misteri. Mungkinkah kau masih ada atau bisa saja tinggal kenang yang membayang.

Dan kamu adalah hidupku hari ini. Bukan bagian dari masa laluku yang tak akan terulang, semanis apapun cerita yang tercipta, bukan masa depan yang masih hidup dalam angan yang melayang. Kamu, aku, disini hari ini. Jadi, nikmati saja dengan hati.



Wanitamu, diseberang sana.
Maafkan sang jalang ini.

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

© Copyright by Buku Sastra Nanda | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks