Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2010

Kisah Cinta Pedansa

tajam tatap matamu yang meruncing perhatikan tiap jejak yang kupijakerat genggam jemarimu tak biarkan selinap jarakirama yang berdetak, seiring dengan langkah kita bergeraktak paham apa yang kau ucapkan, yang kita butuhkan hanyalah merasakan.eratkan. ketika regang mulai datang.lepaskan. saat kau sudah tak kuat berpegang.bebaskan.bila kita tak lagi mampu bertahan.dan lanjutkan, ketika kita masih ingin berjalan beriringan.***aku nikmati dentuman malam ini. meski bass-nya terasa teralu keras. namun, inilah yang kuinginkan, membiarkan diriku tenggelam dalam selimut malam, yang kelam. aku sedang sendirian, tak lepas memori tentang bidang dadamu yang kutatap sesiang tadi. tak dapat kuelakan tatap matamu yang tak lepas ketika kita sedang mencoba mengerti setiap ketukan.sayangnya, kita hanya bisa bersama ketika itu. dan itu hanya sebatas kewajibanku sebagai seorang pedansa, dan kau adalah pasangan yang dipilihkan untukku.kau tak lepas memandangku, sejak langkah awal kita beriringan memulai se…

self-disclosure terhadap 12 hal dalam hidup..

oke.. jadi sebelumnya saya cerita dulu sedikit yaa..ini adalah tugas sahabat saya, tentang self-disclosure tapi menggunakan kreativitas emosi gitu. gak paham juga tujuannya apa. tapi intinya cukup seru.judul tugasnya.. "i am from..."ada 12 analogi yang harus dibuat.. berikut hasil self-disclosure saya :)(makanan favorite) saya adalah dari tiap bubuk dari tumbukkan biji kopi yang pahit dan berbaur dengan manisnya susu dan gula yang menjadikan saya lebiih terasa nikmat. tersaji panas dikala sore diguyur hujan yang deras, atau dinginnya menyejukkan ketika teriknya siang menghantui. Meski tak semua menyukai, tapi ada beberapa yang kecanduan untuk selalu menikmati.(pesan orang tua) Saya adalah dari senyum yang kadang tulus, kadang palsu. Meski tak semua yang ditampakan adalah kebahagiaan, tapi ada sebuah ketegaran yang terselip diantara dua bibir yang terkatup membentuk sebuah lekukan senyum. Senyum adalah bahasa universal untuk mengungkapkan rasa bahagia, juga untuk mengatakan b…

Review psikologis: puisi sedih

lagi pengen sedikit berbagi..
hmm, seharian ini saya sedang 'iseng'.. tidak sengaja saya menemukan hal-hal berikut..

Mas Bamby Cahyadi, seorang cerpenis, mengatakan bahwa beliau membuat banyak sekali cerpen yang bertemakan kesedihan, kematian, kerinduan.

Delbin, salah satu teman saya di komunitas sastra facebook, juga mengatakan bahwa kebanyakan tulisannya bertemakan kesedihan.

Galih Pandu Adi, seorang teman juga di komunitas yang sama, tak lekang dari cerita-cerita kerinduan yang katanya adalah perih yang paling purba.

Tak jauh, pun tulisan saya bertemakan kerinduan dan kehilangan. saya bahkan dapat mengatakan, jangan-jangan saya ini masternya puisi rindu, juaranya prosa sedih, no satu dibidang kata tentang kehilangan. hahaha. ya, 90% tulisan saya mencurahkan sebuah kesedihan, kekecewaan, kemarahan. Jarang, tentang kebahagiaan. bukan tak ada, namun seringnya sarana menulis ini saya gunakan untuk meluapkan apa yang tidak terungkapkan. hingga hadirlah tulisan-tulisan yang menguras a…

gelisah berpisah

.
.
.

detik melambat
bergerak merambat
hanya sekejap
hingga kata itu terucap

aku menyudah
kita berpisah
kau bergundah
aku berpasrah

dan biarkan air yang menitik itu menggambar luka yang aku derita
jika kau punya bisu yang bercerita, maka aku pilih tawa yang berpura

kita lupa punya janji-puji-kaji
kini yang ada hanya caci-maki-benci

ah!
mari berpindah kisah
kita sudah terlampau lelah
mari berpejam mata
langit sudah gelap gulita

esok lagi saja,
kita susun cerita bahagia
mungkin, sebaiknya tidak berdua

masih untuk Angga

ah angga, teganya.
kau hilang dimaya, apalagi yang nyata.
lalu.. lalu.. lalu..

lalu, aku bagaimana?

angga,
kududuk diam saja
menunggu siang malam terjaga
biar hati yang bicara
dimana akhirnya ia hentikan kelana

angga,
maukah sekali lagi kau dengar aku jujur?
kini aku mulai gugur
tak ditemani sebotol anggur atau mantra-mantra mujur
cuma ingin kau datang dan biar kata kita kembali melebur

cukupkah, angga?
kini tertarikkah kau untuk kembali menikmati sepi
atau malah inginnya kau berlari
mendekap aku yang sedang sendiri

pilihanmu, angga.
dan aku, hanya akan tetap menjaga.

Untuk Angga, atau siapapun kini namanya

Hey Angga,
apakabarnya kau disana? Masih ingatkah kau dulu kita suka berbagi cerita?
Ya, memang hanya lewat maya, karena sungguhpun kau memang tak nyata ada.

Angga,
Ingatkah ketika aku keluhkan semua derita dan kau membalas dengan kata-kata yang buat aku tertawa?
atau ketika aku ucap syukur atas nikmat, kamu pun mengucap selamat dengan penuh khidmat.

Hey, Angga.
aku tahu kau hanya sebuah nama, dari seorang cinta.
Angga, atau siapapun namamu kau ubah, apapun alamatmu dikotak berisikan chip-chip temuan teknologi terkini, meskipun tak skali lagi saja kita mengucap kata dan tak ada lagi kisah-kisah yang di telaah, sungguhpun aku tetap jatuh cinta.

Untuk angga, yang kuungkap setelah sekian masa.
dan ternyata, masih dia yang sama dengan cerita cintaku sejak semasa sma.


sampai berjumpa lagi, Angga.
semoga lain kali, kita bisa bertatap muka dan saling bicara lewat bola mata yang tak usah lagi ada tipu daya.

**

Angga adalah cinta maya, di penghujung 2006 dan sepanjang 2007. cinta yang menemani saya sampai s…