Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2010

(pura-pura) mati suri - versi puisi

semaikan sepucuk mawar tanpa duri
jua beberapa kuntum melati
diantara pecahan dan keping rapuh hati
lain kali kita kembali menikmati wawangi sebuah memori

aku sedang mati,
mengamini doa penghantar jiwa ke surgawi
jangan ditangisi
tunggu saja, aku nanti kembali

tak juga kau lepaskan sebuah genggam
kau juga ingin sebuah senyuman
Lalu kau berikan sebuah dekapan
kesukaanku disepanjang perjalanan

sayang,
aku cuma mati suri
tunggu sebersit mentari
untuk bukamata dan menikmati denyut nadi
menapak misteri beriringan dengan jejak kita yang tak selalu berseri

hingga nanti,
setelah bermasa kita mengikat janji menikmati benci
mencipta bayi-bayi,
akhirnya kita berdua benar-benar dijemput mati, yang tidak lagi suri.

pura-pura mati suri

kamu seperti secercah kasa yang menghentikan aliran darah dari lukaku yang membelah arteri hingga aku nyaris kehilangan nadi. sebelum aku mati, sempatkan aku menikmati sebuah belaian.
nyatanya, stiap kata adalah doa yang tercurah, kita akan berpisah. namun aku kan tetap masih berkisah, tentang keelokan. kamu. aku. kita. cinta. atau bahkan keelokan penderitaan perpisahan.

meski lautan biru itu menantang mautku, sungguh aku tunggu detik yang sedang memburu nafsu rindu yang rimbun dan jadi purba di penghujung masa.

memangsa aku yang semakin nelangsa menanti menit untuk sedikit mengulum lipatan bibirmu yang kuapit dengan sepasang kata sayang yang merangsang dirimu untuk terus mendekap.

jam masih bisu. aku ragu. masihkah aku disemayamkan di benakmu? atau kau justru sudah melagu rindu lagi dengan kekasihmu yang dulu?

hari berlari dan aku sendiri. aku masih tak kuasa membenci. masih mengingat kita saling menguatkan dengan mengunci ketakutan di dalam hati. menikmatinya, katamu. kataku, menikmatiny…