Monday, November 1, 2010

(pura-pura) mati suri - versi puisi

semaikan sepucuk mawar tanpa duri
jua beberapa kuntum melati
diantara pecahan dan keping rapuh hati
lain kali kita kembali menikmati wawangi sebuah memori

aku sedang mati,
mengamini doa penghantar jiwa ke surgawi
jangan ditangisi
tunggu saja, aku nanti kembali

tak juga kau lepaskan sebuah genggam
kau juga ingin sebuah senyuman
Lalu kau berikan sebuah dekapan
kesukaanku disepanjang perjalanan

sayang,
aku cuma mati suri
tunggu sebersit mentari
untuk bukamata dan menikmati denyut nadi
menapak misteri beriringan dengan jejak kita yang tak selalu berseri

hingga nanti,
setelah bermasa kita mengikat janji menikmati benci
mencipta bayi-bayi,
akhirnya kita berdua benar-benar dijemput mati, yang tidak lagi suri.

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

© Copyright by Buku Sastra Nanda | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks