Tuesday, March 22, 2011

izinkan, berdua saja.

singkat saja.
perbincangan singkat lewat dunia maya di malam yang teralu berangin itu ternyata mengundang saya untuk tersenyum.
bukan pembicaraan apa-apa. hanya sapa.
tak lama jua, namun entah mengapa rasanya saya terus membayangkan wajahnya yang sederhana.

dibalut busana tidur biru yang agak kebesaran, dengan langit gelap menggantung di depan kamarku, dan koneksi internet yang tampak malu-malu karena kadang dia hadir, lebih seringnya sembunyi di balik alang-alang kemalang, aku terus sibuk mencari-cari kata, berharap agar tak lama lagi akan ada jawab dari tanya-tanya tak penting yang kuajukan demi hanya untuk mendapatkan sedikit saja atensimu. kamu masih asik bersama mereka, kadang kau sempatkan ucap sepatah dua patah, jawab tanya-tanya tak bermakna dariku.

meski lama, dan kantuk sudah mengajak aku mengencani kasurku, aku tetap setia. di balik degub jantungku yang sudah melonjak-lonjak tak keruan. menunggu sepatah selanjutnya di menit-menit berikutnya.

ini bukan pertama kali aku jatuh cinta.
sebelumnya, aku pernah setia.
tapi memang kisah hati tak bisa dibaca-baca apalagi di terka-terka.

cinta.
mungkin belum tepat jika aku bilang ini cinta.
sebut sajalah aku terkagum. membaca rangkai kata puitismu, melihat hasil keelokan alam yang kau abadikan dalam bingkai lensa. seolah bait dan potret memaparkan betapa elok jika kita bisa bersama membangun puisi kita dalam keindahan potret indah nirwana cinta.

izinkanlah. berdua saja.


jangan (lagi) ada orang ketiga.


***
Depok, 22 maret 2011
hey, kamu. orang baru.
terimakasih sapaan singkatnya tadi malam :)

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

© Copyright by Buku Sastra Nanda | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks