Saturday, May 14, 2011

dua puluh satu

dua puluh satu.
sungguh, kurasa kau tak lagi sabar menunggu tuk kenakan baju pengantin putih dan ucapkan janji setia itu di hadapannya yang berbalut kain putih yang sengaja kalian cari-cari sebagai lambang nantinya kelak kau ingin ingat masa kalian mengikat hati.

dua puluh satu.
ketika aku sedang teronggok setengah mati.
mengingat jejak apa yang saja yang pernah terpijak di dulunya hari.
saat teerbitnya pagi. atau sampai dengan senyapnya bulan yang menyelimuti.

saat ricuhnya pelatar parkir yang dipenuhi pemusik muda, sambil jemari berkaitan satu dan lainnya, sambil berbicara hanya dengan lewat tawa yang tergugah karena lelucon tak penting kawan dan kerabat.

"kalian yang mesra", kata mereka seraya bersama kita.
kita. kau dan aku, bukanya dengannya.

dua puluh satu.
terbawa aku pada cinta yang dulu pernah ada.
pernah terucap bak tak terberaikan.

dulu, lidah kita saling mengikat.
kini, kaki-kaki kita menyengkat.




mengapa?
karena..
dua puluh satu.
dan kita bukan lagi menjadi siapa-siapa.



0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

© Copyright by Buku Sastra Nanda | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks