Skip to main content

tips survive di perguruan tinggi

ini cuma share aja.. dari hasil pelatihan dan diskusi iseng. jadi sebuah pemikiran.. mudah-mudahan guna :)

--

TIPS SURVIVE DI PERGURUAN TINGGI

Memasuki dunia Perguruan Tinggi berarti siap dengan segala konsekuensi dan perubahan yang akan dialami. tentunya, karena perguruan tinggi akan menuntut mahasiswa baru untuk menjadi pembelajar yang aktif dan tidak hanya "pasrah" diberikan materi oleh pengajar.

ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk dapat berhasil menjalani kehidupan di kampus. dari segi akademik, tentunya mahasiswa dituntut untuk lebih aktif dalam mencari referensi dalam pembelajaran. akan ada banyak tugas-tugas yang mengharuskan mahasiswa membaca banyak bahan dari internet, buku, dan artikel ilmiah lainnya. mahasiswa juga dituntut untuk aktif di kelas dengan sering berpartisipasi dalam kegiatan diskusi. melalui diskusi ini, mahasiswa juga dapat mengembangkan kemampuan berfikir kritisnya, dengan aktif menyumbangkan ide-ide atau memberikan tanggapan dan pertanyaan mengenai hal-hal yang didiskusikan.

manajemen waktu adalah hal-hal yang harus dikembangkan oleh mahasiswa. ketika mahasiswa tidak memiliki manajemen waktu yang baik, mahasiswa tersebut akan kesulitan dalam mengikuti pembelajaran yang cukup padat di dunia perkuliahan. dalam pembelajaran di perguruan tinggi, Singgih (2005) dalam bukunya "Sukses Belajar di Perguruan Tinggi" mengatakan bahwa seorang mahasiswa harus memiliki self-regulation yang baik, yaitu mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengatur dirinya sendiri dalam pencapaian target yang telah ia tentukan. salah satu hal yang terkait dalam self regulation ini adalah kemampuan mengatur waktu dan prioritas mahasiswa itu.

lalu, mengapa mengatur prioritas menjadi penting?
hal ini dikarenakan seorang mahasiswa bukan hanya dituntut sukses di bidang akademis. keseimbangan antara kegiatan non-akademik dan akademis juga harus diperhatikan. banyak kegiatan non akademik yang dapat dilakukan oleh mahasiswa. tentunya, kegiatan non akademik ini juga akan menyita waktu mahasiswa. oleh karena itu, mahasiswa harus pandai menentukan prioritasnya dalam mencapai keberhasilannya di perguruan tinggi.

kegiatan non akademik diperlukan agar mahasiswa dapat survive secara sosial. ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk membuka jaringan pertemanan yang luas, apalagi dijaman sekarang ini yang sudah difasilitasi oleh berbagai teknologi jaringan sosial yang mudah dan murah.

dalam kehidupan kampus, berani berkenalan dengan orang baru adalah suatu keharusan. semakin banyak mengenal orang, akan semakin banyak keuntungan yang akan didapatkan oleh mahasiswa. mengenal banyak orang ini dapat dilakukan dengan mengikuti kegiatan non akademik tadi, contohnya adalah bergabung dengan organisasi kemahasiswaan yang ada di fakultas maupun universitas, mengikuti kegiatan kepanitiaan, dan menjalin hubungan yang baik dengan seluruh civitas, termasuk staff dan dosen.
ada pula anjuran untuk mengikuti kegiatan yang sesuai dengan minat, misalnya klub debat, klub tari. selain mendapatkan kenalan, mahasiswa juga dapat mengembangkan bakatnya di bidang yang diminatinya.

tidak hanya kegiatan organisasi atau kepanitiaan, sering mengunjungi kantin di fakultas lain yang ada teman yang dikenal juga akan membuka pintu untuk mengenal orang lain. minta teman kita mengajak temannya yang lain, nantinya akan terus berkembang hingga jaringan terus meluas. atau sering berkunjung ke kosan teman yang memiliki teman di fakultas lain, lalu saling berkenalan dan menjadi teman.

berani menyapa dan selalu berusaha ramah adalah kunci utama dapat mengenal banyak orang yang nantinya akan sangat membantu berbagai mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan. pinjam buku, referensi dosen, pemahaman materi, diskusi belajar (informal, dan GRATIS :p), dan mudah-mudahan bisa jadi link untuk kerja nantinya.

mau yang double untungnya?
coba ambil mata kuliah lintas fakultas. selain bisa mendapatkan teman baru di fakultas lain, kita juga mendapatkan tambahan ilmu . meskipun memang prosedurnya agak sedikit sulit, tapi worth it koq :)

--
selamat berkuliah dan mengenal dunia baru, kawan :)

Comments

Popular posts from this blog

cerpen 6 halaman, 2nd part :)

selamat malaaaam, pembaca setia Buku Sastra.. :D

terima kasih atas doa dan dukungannya, akhirnya si cerpen 7 halaman yang beberapa waktu lalu sempat aku ceritakan, dan baru selesai di h-1 pengumpulan dan merupakan cerpen yang diikutkan dalam kompetisi menulis cerpen bertemakan travelling dari Mizan.. berhasil menjadi juara :D

hahhahha. saya senang sekali..
terima kasih.. bagi yang tertarik membaca, silahkan diunduh di link ini :)

hanya sementara

Aku sedang terduduk sendiri di kamarku. sambil terus mencoba merangkai kata bahwa aku sedang merindukanmu. tetapi entah mengapa, kini mulai sulit aku mencari padanan yang tepat. entah karena sudah teralu lama aku larut bersamamu, hingga hampir saja aku lupa apa rasanya merindukan dan bagaimana aku bisa menyampaikan kerinduan.

hatiku terasa kosong. terasa hampa. sejak kamu memutuskan untuk menjejak tanah di pulau yang lain, sejak kita hanya sebatas halo dan apakabar via gelombang canggih yang dinamakan telepon, sejak kamu tak lagi dapat kusentuh, hingga rupamu hanyalah berupa sebuah pigura tak bergerak.
Aneh.

Semua ini tidak pernah aku mengerti.
mengapa seolah dunia yang tadinya sudah kita bangun sempurna, harus kamu runtuhkan lagi. untuk kita belajar dari awalnya dan mencoba mengatakan pada diri kita masing-masing bahwa suatu hari nanti kita akan mengerti mengapa seperti ini yang terjadi.
mengapa kamu memilih untuk melangkah lebih jauh, dan mengapa aku memilih untuk menunggu?

cinta?

a…

puisi paralel - Nanda Sani & Galih Pandu Adi

kemarin sempet chatting bentar sama salah satu penulis dari komunitas yang tidak sengaja terbentuk di fesbuk, kalo sang suhu sih bilangnya "sastrawan facebook'. ya, jujur aja, udah hampir 2 bulan ini gw belum menghasilkan karya sastra apapun lagi.. tapi obrolan sama orang ini kemaren membuat gw menjadi menulis sebait2 rangkaian kata.. lalu kami setuju untuk nyoba bikin puisi paralel..

berikut cuplikan yang udah ada.. :)

“Tiga langkah. Cukup tiga langkah mundur yang sanggup membuat waktu seolah tak lagi bergerak maju. Stagnan. Memori itu mulai mengikatku, menjeratku. Kini aku menghadap lagi pada jerit-jerit luka. Luka yang pernah ada karena cinta. Lagi-lagi, menganga dan rasanya masih sama saja. Padahal tadinya aku piker, aku sudah mati rasa.” (Nanda Sani, 9 Febuari 2010)

“maka di kursi terasmu ini aku datang tanpa mengetuk pintu. Memilin jejak debu di lantai menjadi namamu juga riwayat yang sempat tercatat dari yang tanggal dan sempat tertinggal. Barangkali kita memang lelah men…