Monday, August 1, 2011

tentang layang ; sebuah hadiah sederhana

gadis kecil itu tiba-tiba memanggilku lewat media maya.
kami tak saling mengenal. tak pernah saling berjumpa.
hanya saja, aku rasa kami saling tahu siapa peran kami.
ia bercerita tentang harinya. sedang duduk memandangi sesuatu yang menari menghiasi langit sore itu.

layang-layang, ka.
cantik, katanya.

aku katakan padanya, aku juga ingin lihat.
melihat tari dan lekuk layang-layang yang menghias.
ia mengajakku untuk menghampirinya. seolah mengulurkan tangannya untuk meraihku, bersama melihat indahnya langit yang terhias itu.

kami tak saling mengenal.
tak pernah saling sapa.
tapi kurasa, kami saling tahu apa yang ada di dalam hati.

menarilah layang-layang.
hiburlah kami berdua.
yang tak mampu meraihmu karena kau terbang teralu tinggi.
dan hiburlah kami, yang meski tak miliki senarmu. hiburlah kami dengan tarimu yang kami bisa nikmati.

lain kali,
aku kan coba merengkuhmu kembali, ketika putus talimu dan kau hilang arah.
suatu hari,
akan kucoba terbangkanmu kembali. ketika kau pernah jatuh dan terobek semak belukar.
nanti,
ku bantu kau menari lagi, agar suatu hari, ada orang lain yang mampu menikmatimu hiasi hari. seperti kami, saat ini.

adik kecil,
jadilah layang-layang yang kini kau nikmati.
terbanglah bebas.
dan yakinkan,
bahwa disana, tanpa pernah kau sadari.
seseorang mengawasi langkahmu.
dan lainnya, menikmati tarimu.
hingga nanti kau dewasa, kaulah yang akan menjadi histori.
tentang layang-layang cantik penghias senja di sore hari.

*
2 Agustus 2011.
untuk adik kecil, Syari.
selamat ulang tahun.
kuharap kamu bisa jadi hiasan langit yang menghibur hati.
*kamu adalah kesayangannya dia yang kusayang J

Search This Blog

© Copyright by Buku Sastra Nanda | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks