Skip to main content

Posts

Showing posts from 2012

hanya sementara

Aku sedang terduduk sendiri di kamarku. sambil terus mencoba merangkai kata bahwa aku sedang merindukanmu. tetapi entah mengapa, kini mulai sulit aku mencari padanan yang tepat. entah karena sudah teralu lama aku larut bersamamu, hingga hampir saja aku lupa apa rasanya merindukan dan bagaimana aku bisa menyampaikan kerinduan.

hatiku terasa kosong. terasa hampa. sejak kamu memutuskan untuk menjejak tanah di pulau yang lain, sejak kita hanya sebatas halo dan apakabar via gelombang canggih yang dinamakan telepon, sejak kamu tak lagi dapat kusentuh, hingga rupamu hanyalah berupa sebuah pigura tak bergerak.
Aneh.

Semua ini tidak pernah aku mengerti.
mengapa seolah dunia yang tadinya sudah kita bangun sempurna, harus kamu runtuhkan lagi. untuk kita belajar dari awalnya dan mencoba mengatakan pada diri kita masing-masing bahwa suatu hari nanti kita akan mengerti mengapa seperti ini yang terjadi.
mengapa kamu memilih untuk melangkah lebih jauh, dan mengapa aku memilih untuk menunggu?

cinta?

a…

hujan

dan sekarang hujan menjadi lantunan musik aku menunggumu kembali.
membasahi jiwaku, mencoba mendamaikan rasa yang sudah jengah ditinggal sendiri.
aku ingin mendekapmu lagi, aku ingin disisimu lagi.

hujan masih bernyanyi,
melagukan mimpi yang sedang kau coba raih.
aku dimintanya menikmati
hingga indah pada waktunya nanti.

hujan masih ingin menari
menyapa damainya tanah yang sedari tadi hanya berdiam diri
seperti aku yang masih menanti
meyakini kita akan bersama lagi pada waktunya kamu hadir disini.

Sepuluh

Terima kasih, cinta. Terima kasih, waktu. Terima kasih, Kamu :)
Sungguh aku tak pernah menyangka, kita bisa berjalan sampai sini. Apa yang belum kita bagi? Masih mau ya menunggu sampai waktu yang membuatnya indah di masa nanti?
Semoga, nanti itu bisa menjadi pasti :)
*
aku menanti jari manisku diikat dengan ikrar suci dan menjadikan kita satu. jiwa. dan raga.


aku mencintaimu. Terima kasih. (060911 - 060712)

Sabtu

Sabtu. Banyak orang lebih senangnya menyebutnya sebagai malam Minggu. Menjadikannya malam yang lebih istimewa dari malam-malam lainnya. Tak tahu darimana asalnya, siapa yang membuat Sabtu malam, atau malam Minggu menjadi sebuah momen berharga yang seharusnya dilewatkan dengan hal berbeda.

Untukku? Sama saja.

Malam Minggu hanyalah malam biasa yang akan aku lewati sama seperti malam senin, malam selasa, malam rabu, sampai dengan malam sabtu nantinya. Bedanya? hm. aku bisa tidur lebih larut karena aku tahu, esok aku tak harus terburu mendahului matahari menyapa bumi. Tak seperti hari lainnya dimana pukul setengah lima, aku harus menarik diriku dari kenyamanan paling murni. Mimpi. Ya, kurasa itulah satu-satunya yang membuat malam Minggu terasa lebih istimewa untukku.

Sabtu ini, adalah Sabtu kedua tanpa dirinya dan aku sudah merindukannya. Aku yakin, dia juga begitu, meskipun dia bahagia dengan yang dicintanya. Bukan lagi terpisah blok rumah, bukan dengan jalanan aspal yang sudah mulai bol…