Sunday, December 16, 2012

hanya sementara

Aku sedang terduduk sendiri di kamarku. sambil terus mencoba merangkai kata bahwa aku sedang merindukanmu. tetapi entah mengapa, kini mulai sulit aku mencari padanan yang tepat. entah karena sudah teralu lama aku larut bersamamu, hingga hampir saja aku lupa apa rasanya merindukan dan bagaimana aku bisa menyampaikan kerinduan.

hatiku terasa kosong. terasa hampa. sejak kamu memutuskan untuk menjejak tanah di pulau yang lain, sejak kita hanya sebatas halo dan apakabar via gelombang canggih yang dinamakan telepon, sejak kamu tak lagi dapat kusentuh, hingga rupamu hanyalah berupa sebuah pigura tak bergerak.
Aneh.

Semua ini tidak pernah aku mengerti.
mengapa seolah dunia yang tadinya sudah kita bangun sempurna, harus kamu runtuhkan lagi. untuk kita belajar dari awalnya dan mencoba mengatakan pada diri kita masing-masing bahwa suatu hari nanti kita akan mengerti mengapa seperti ini yang terjadi.
mengapa kamu memilih untuk melangkah lebih jauh, dan mengapa aku memilih untuk menunggu?

cinta?

apa itu cinta?
sebuah sentuhan nyata yang menyamanan aku?
satu perasaan bahagia ketika aku damai di dekapmu?

maka apa cinta itu sekarang?
ketika aku sudah tak lagi bisa menyandarkan kepalaku di pundakmu yang selalu siap menerima lelahku.
ketika aku tak lagi bisa meminta lenganmu memelukku ketika sang hujan datang begitu tergesa dan menyebabkan aku linu dingin dibuatnya.
mana kamu ketika lemah tubuhku ingin kau hangatkan.

apa kita tak lagi mencinta jika adanya demikian?

Kamu menjawab tanyaku.
Katamu cinta adalah setia. ketika kita tak bisa saling menggenggam tangan, tetapi selalu menjaga hati.
Katamu cinta adalah kesabaran. ketika harus lelah menunggu tetapi tak jua kau pergi karena tahu pasti aku kembali.
Katamu cinta adalah doa. ketika meski tak bisa menjaga ragamu, jiwamu selalu damai dari doa doa yang terpanjat olehku.

dan
disini, ditemani rintik hujan yang masih cinta pada bumi pertiwinya.
maka aku pun berjanji, untuk selalu mencinta meski raga terpisah jiwa bumi yang membentang indah memisah kita. hanya sementara.

1 comments:

Dhani Apriandi said...

Beuuuh, yang ini bagus....

Post a Comment

Search This Blog

© Copyright by Buku Sastra Nanda | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks